Fermentasi Pakan Ternak Kambing
Pada musin kemarau, sulitnya mencari pakan ternak berupa
tumbuh-tumbuhan hijau menjadi momok tersendiri bagi peternak. Ternak berupa
kambing dapat menurun drastis kualitas dagingnya.
Pada kondisi tersebut dibutuhkan pakan ternak yang mudah
dicari dan dapat meningkatkan kualitas daging kambing. Selain itu juga
dibutuhkan pakan yang awet, kotoran yang tidak bau serta pemberian pakan yang
tidak terlalu sering.
Limbah sawah adalah alternatif yang paling baik digunakan
untuk pakan ternak kambing. Walaupun limbah sawah dinilai memiliki nutrisi yang
rendah namun setelah difermentasi akan meningkatkan nutrisi dengan cukup baik.
Berikut ini adalah 2 macam fermentasi pakan ternak kambing
sebagai alternative pengganti rumput-rumputan hijau!
2 Bahan Fermentasi Pakan Ternak Kambing Dan Cara Pembuatannya
1. Jerami Padi
Jerami padi sebenarnya memiliki kadar
nutrisi yang rendah dibandingkan dengan rumput hijau. Namun dengan adanya
teknologi, jerami padi dapat diolah menjadi pakan ternak kambing dengan cara
difermentasikan.
Salah satu cara fermentasi ini adalah
mencampurkan dengan strabio, yaitu fungsinya untuk menghancurkan jerami
sehingga meningkatkan kadar proteinnya.
Meningkatnya kadar protein jerami dari
starbio ini dipengaruhi oleh mikroba yang dapat memecah struktur karbohidrat
dan lemak menjadi komponen yang lebih sederhana.
Untuk cara membuat fermentasi pakan ternak
kambing dari jerami padi adalah berikut ini:
Bahan-bahan
- Jerami padi seberat 1 ton
- Tetes atau gula sebanyak 20-25 liter
- Air sebanyak 250-300 liter
- Urea seberat 5-6 kg
- Starbio atau EM4 sebanyak 6-7 liter
Alat-alat
- Wadah besar yang terbuat dari drum atau bis semen
- Alat pemotong sabit atau mesin pencacah rumput
- Gembir
- Ember
- Karung plastik
Cara membuat fermentasi pakan ternak kambing dari jerami padi atau jerami jagung
1.
Pertama-tama yang harus anda lakukan adalah
memotong-motong jerami padi yang sudah kering menjadi ukuran kurang lebih 25
cm. Gunakan mesin pencacah rumput untuk mempermudah.
2.
Langkah berikutnya adalah melarutkan tetes,
urea, dan starbio dengan air.
3.
Campurkan jerami dan larutan (tetes, urea,
starbio, dan air) tadi di atas karung plastik sampai merata. Pastikan jerami
terlihat basah.
4.
Masukkan jerami basah tadi ke dalam drum atau
bis semen kemudian injak-injak hingga padat.
5.
Tutup wadah besar (drum) tersebut dengan rapat
dan biarkan selama 7 hari.
6.
Setelah 7 hari, fermentasi pakan ternak kambing
ini sudah dapat diberikan pada kambing anda.
2. Tebon Jagung
Tebon jagung memiliki kadar nutrisi yang
baik untuk digunakan sebagai pakan ternak kambing karena memiliki maturity
antara 40 – 70 %.
Sebaiknya gunakan tebon jagung yang muda
(34 – 56 cm) untuk kualitas pencernaan yang bagus karena memiliki kandungan BK 91,1
%, PK 10.7 %, LK 2,1 %, SK 30,5 %, dan TDN 59 %.
Jika anda penasaran bagaimana cara membuat
fermentasi pakan ternak kambing dari tebon jagung, berikut ini adalah
tutorialnya.
Bahan-bahan
- Tebon jagung kering seberat 71 kg
- Dedak padi halus seberat 10 kg
- Air gula kelapa atau molasses 1,5 %
- Garam 2%
Alat-alat
- Mesin pencacah rumput
- Drum
Cara membuat fermentasi pakan kambing dari tebon jagung
1.
Pertama-tama hal yang dilakukan adalah mencacah
tebon jagung menggunakan mesin pencacah rumput sepanjang 2 cm.
2.
Tebon jangung yang sudah dicacah dicampurkan
dengan dedak padi, molasses, dan garam. Kemudian masukkan sedikit demi sedikit
ke dalam drum dan tutup drum hingga rapat.
3.
Campuran di dalam drum tersebut dibiarkan selama
3 minggu baru kemudian dapat diberikan pada kambing.
4.
Pemberian pada setiap ekor kambing sebaiknya per
ekornya hanya 2,5 – 3 kg saja per hari.
Itu tadi adalah dua contoh fermentasi pakan ternak kambing
yang dapat anda coba. Jika anda juga berternak sapi, anda dapat membaca artikel
lain tentang Pelepah Sawit Sebagai Alternatif Pakan Ternak Sapi Modern.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar